RSS Feed

  • Twitter
  • Digg
  • Stumble

Sabtu, Oktober 30, 2010

Bencana, peringatan atau hukuman?

Bencana datang seperti air yang terus mengalir di bumi pertiwi. Seolah-olah tidak ada hentinya. Mungkin banyak yang terusik hatinya dan berpikir, ada apa dengan Indonesia enam tahun terakhir ini? Kenapa bencana terus datang seperti tongket estafet? Bermula dari gempa dan tsunami dahsyat di Aceh tahun 2004, lalu gempa dan tsunami lainnya di Pangandaran dan di Mentawai baru-baru ini. Banjir, tanah longsor di berbagai tempat. Lalu Gunung yang memuntahkan awan panas dan lahar di Merapi. Duh...Indonesiaku.

Tapi...apakah ini memang cuma kebetulan belaka? atau ada sesuatu yang harus dipahami manusia? ( Jadi Serius nih...)


Baiklah....*sambil menggosok tangan, ambil tampang sok serius*
Seandainya kita bisa flashback lagi ke belakang, banyak peristiwa yang terjadi di Indonesia ini.
Sejak jaman reformasi, ternyata situasi Indonesia masih belum stabil.
Situasi perekonomian yang secara makro (katanya) stabil, nyatanya secara mikro masih belum stabil. Nyatanya harga sembako masih naik pelan-pelan tapi pasti seperti kura-kura. (Hasil investigasi sendiri di pasar :D ) Toh, rakyat masih sengsara. Tak perlu cuap-cuap kalau pertumbuhan ekonomi kita baik. Kita juga masih tergantung dengan situasi perekonomian global. Kapan kita bisa berdiri sendiri, seperti China?

Nah, belum lagi situasi di bidang Politik, Hukum, Keamanan. Wah, tambah panjang saja daftarnya. Korupsi, mafia hukum, Kerusuhan multi dimensi (SARA), hubungan dengan si tetangga yang memanas gara-gara masalah perbatasan, pembalakan liar,...bla..bla....bla...(isi sendiri deh)

Kenapa Indonesia jadi kacau begini? Elit atas sibuk dengan kepentingan kelompoknya masing-masing, yang katanya wakil rakyat justru hanya jadi wakil kelompoknya saja. Rakyat pun sibuk bergulat untuk sekedar mempertahankan hidup, tanpa tahu apakah kualitasnya bisa meningkat atau hanya sekedar bisa hidup.

Indonesia (katanya) kaya, tapi kok masih seperti ini ya?

Apa perlu diberikan bencana dulu supaya sadar?

Bencana alam datang karena memang sudah takdir Tuhan atau akibat ulah manusianya sendiri. Kita hidup dengan pemberian dari alam, sudah sepantasnya kita mengembalikan apa yang sudah diberikan alam. Jangan sampai alam murka.
Banjir bisa terjadi karena keserakahan manusia mengambil hutan tanpa merasa perlu untuk menanam kembali.

Ah...terlalu lelah untuk mengeluh.

Hidup memang perjuangan, tapi jangan sampai keserakahan manusia membuat hidup menjadi sesuatu yang kosong. Kalau mau menuruti keinginan manusia, maka itu tak ada habisnya. Tak akan terpuaskan. Melongok saja pada bapak ibu berpakaian bagus di Gedung miring Senayan. Betapa hati nurani (sebagian) mereka (hampir) tertutup. Jangan membuat kualitas kita sebagai manusia menurun karena keserakahan. Jangan.

Semoga peringatan dari yang DiAtas dapat jadi pelajaran pada kita.

Bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam, semoga tetap tegar dalam menghadapi musibah. Dan kita terketuk pintu hatinya untuk berempati. Pray for My Lovely Indonesia :)

Rekening Penggalangan Dana Bantuan :

Palang Merah Indonesia
BCA KCU Thamrin
No. Rek: 206.300668.8,
atas nama Kantor Pusat PMI.

Bank Mandiri KCU Jakarta Krakatau Steel
No. Rek: 070-00-0011601-7,
atas nama Palang Merah Indonesia.

PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) untuk gempa Padang
- BCA Soepomo No. 600.034.7777
- Bank Mandiri Ps. Minggu No. 126.000.1005. 114

tvOne Satu Untuk Negeri
Bank Mandiri cab Jkt Pulo Gadung
No Rekening : 125-000-7926-793
Bank BRI Cab Rawamangun
No Rekening : 0386-01-000-111-304
Bank BNI 46 Cab Rawamangun
No Rekening : 3009-2009-5

Dompet MetroTV
Bank BCA KCU Puri Indah
No. Rekening : 288 3333 888
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA
Bank Mandiri Cabang Jakarta Kebun Jeruk
No.Rekening : 117 0000 778894
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA

TPI Peduli
BCA KCU Wisma ‘46 cab. Sudirman – Jakpus
Nomor Rekening : 319.3028990
a/n PT. Cipta TPI (Dompet Peduli)
BNI cab. Jakarta Pusat
Nomor Rekening : 201.96985
a/n Cipta TPI PT / Dompet Peduli
BRI cab. Gedung BRI II
Nomor Rekening : 020601.000592304
a/n TPI Program Peduli, PT

RCTI Peduli
BCA KCP Pasar Minggu
Nomor Rekening : 128 300 7000
BNI Kebon Jeruk
Nomor Rekening : 8000 8000 98
Bank Mandiri Cab Mid Plaza
122 000 7200 200

antv Peduli
Bank Mandiri cab. Casablanca
Nomor Rekening : 124.0096.010906
BRI Syariah cab. Mampang
Nomor Rekening : 701.3117.3117.6
BCA cab.Sudirman
Nomor Rekening : 0353 13 0606
BNI cab. Tanjung Priok
Nomor Rekening : 7070.888 88.7
BRI cab. Gatot Subroto
Nomor Rekening : 0359.01.000500.30.2



Read More ..

Sabtu, September 25, 2010

tantangan

Dalam hidup kita tidak bisa memandang sesuatu dari satu sudut saja, tapi dari dua sudut juga. Kalau cuma satu sudut maka kita terlihat egois di mata orang. Tapi kadang hal itu terjadi kan.

Sama saja seperti orang lain melihat kita, dari satu sisi mereka melihat kita beruntung dan sebagainya. Tapi mereka bukanlah kita, yang lebih tahu tentang diri kita adalah kita sendiri dibandingkan orang lain kan... Hey..hey..kemana arah pembicaraan ini?



Banyak yang bilang saya beruntung. Di lihat dari sisi pekerjaan saya sekarang. buat ukuran masyarakat, alhamdulilah ini adalah anugerah buat saya (dalam hal pekerjaan). Kadang saya mau sombong, tapi saya tetap berusaha rendah hati juga. (Tapi...kadang pengen sombong juga sama orang-orang tertentu, hehe..piss..)

Tapi mereka tidak melihat dari sisi lain kan? Ada hal yang saya kurang beruntung juga. (Jangan tanya apa itu).
Sama seperti saya yang melihat ada orang lain yang lebih beruntung. Mungkin keadaan ini istilahnya: Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, hehe..

Kalau lagi ketemu teman lama, cerita ngalor-ngidul, bla-bla-bla..da-di-du..
sampai pada titik poin tertentu, "ah, kamu beruntung" kata teman saya. Saya cuma tersenyum. "sampai sekarang aku masih begini-begini aja" kata teman saya. Saya lagi-lagi tersenyum.
Dia melihat saya dari satu sisi. Dia tidak sadar kalau dia punya sesuatu yang saya tidak punya. Di sisi lain.
"Ah, kamu nggak sadar kamu juga bikin aku iri sekarang" kata hati saya.

Manusia seperti itu ya. Jarang yang bisa mengenali kelebihannya daripada kekurangannya. Atau hal yang dimiliki dibandingkan yang tidak dimiliki.

Coba deh, kalau ada permainan yang berhubungan dengan psikologi test, Tulis apa kelebihan dan kelemahanmu! Pasti kita langsung bisa menulis kekurangan kita sampai berlembar-lembar. (Lebay) Tapi saat menulis kelebihan kita, harus mikir-mikir dulu seperti dapat soal ujian. (Ini berdasarkan pengalaman pribadi, :D Maaf kalau beda )

Tapi dari situ saya sadar untuk bisa menggali potensi saya kan.

Sooo...this is a challenge to make a different. To know how lucky you are. Rumput tetangga memang lebih hijau..mungkiiiin...Tapi bikin rumput kita jadi lebih hijau lagi dong :D

Saya pun harus siap. Siap dengan tantangan hidup. Fight for this <3



Read More ..

Minggu, Agustus 29, 2010

Harry Potter: dari jaman abegeh hingga kantoran


Saya suka sekali dengan Novel Harry Potter. Bahkan kedudukannya dalam novel favorit saya tetaplah yang nomor satu. :D Tidak tergeserkan oleh apapun, bahkan ketika saya suka baca Twilight, tetap saja rasanya lebih suka Harry Potter.

Mungkin alasannya, walaupun ini novel murni hanya fantasi, tetapi kalau diperhatikan, si JK Rowling itu selalu memasukkan unsur-unsur sejarah dan dongeng yang telah ada dalam novelnya. Tahu jubah ajaib yang busa bikin si Harry menghilang? Konon ilmuwan saat ini sedang berusaha menciptakan jubah gaib tersebut. Wah, ternyata nggak cuma sekedar khayalan ya...

Yang jelas, baca seri novel ini bisa bikin ketawa sampai menangis (tolong ya, saya tidak lebay kok ;D ). Ketika saya baca kisah terakhirnya, The Deathly Hallows, wah....rasanya sedih nggak bisa mengikuti kisahnya yang selalu dinanti-nanti selama beberapa tahun ini.

Bayangkan saja, saya kenal Harry Potter dari teman yang saya pinjam novelnya ketika masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Lalu kisahnya berakhir ketika saya sudah selesai kuliah. Hemm...kalau dihitung-hitung hampir tujuh tahun mengikuti kisahnya yang penuh ketegangan dan konflik ini.

Dulu pas jaman abegeh, bahkan sampai hobi bikin kliping soal novel, film dan pemeran film Harry Potter. (tapi gak tahu nasib kliping itu sekarang di mana)

Anyway...sebentar lagi filmnya yang terakhir bakal diputer di bioskop (Yippiiii...), dan sayangnya akan diputar dalam 2 bagian. Bagian pertama pada bulan november 2010 dan bagian kedua di Juli 2011. Lama amat ya jedanya...

Yang jelas, setelah kesedihan berpisah dengan novelnya, siap-siap juga buat sedih untuk berpisah dengan film terakhirnya tahun depan.

Nggak cuma saya atau penggemarnya yang lain yang (mungkin) tumbuh dewasa dengan menikmati novel dan film-filmnya. Tapi coba lihat tokoh-tokoh di film Harry Potter. Kita bisa lihat dari jaman mereka masih culun-culun hingga tumbuh besar jadi ganteng dan cantik (juga terkenal pastinya)


Read More ..

Minggu, Agustus 22, 2010

Ego karena cinta atau cinta menjadi ego?

Jatuh cinta itu indah
Perasaan bahagia yang meluap-luap
Rasa kangen yang menggelegak
saat tak bertemu

Semua menjadi terasa indah berdua
Saling membagi hati, asa dan harapan
Berbagi cerita, suka, dan duka
Tawa dan canda bersama

Lalu apa yang terjadi saat cinta itu terlalu meluap?
Cinta menjadi rasa harus memiliki
Penuh tanpa terkecuali
Mengikatnya erat agar tak pergi jauh...

Cintakah itu? Read More ..

Kamis, Agustus 19, 2010

Ketika berjuang tidak ada kata berhenti

Hidup ini katanya penuh perjuangan...
Besar atau kecil perjuangannya memang tergantung, tidak ada yang punya ukuran pasti. Semua serba subjektif, pakai kata "menurutku" atau "menurut kamu".

Alhamdulillah kalau perjuangan yang kita lakukan bisa langsung terlihat hasilnya. Tapi kalau tidak? Apakah putus asa atau malah terus berjuang? Walau mungkin ada kata lelah terselip dalam perjuangan itu...

Di posting saya bulan lalu, ada sebuah puisi atau mungkin catatan (karena ditulis di Facebook)

Puisi itu dibuat adik saya yang baru lulus SMA. Dari dulu dia suka menulis (hampir mirip saya. Narsis mode:on). Tapi baru kali itu saya tersentuh dengan tulisannya. Bahkan beberapa kali status di FB nya menunjukkan perasaannya tentang perjuangannya itu

Dari dulu dia punya cita-cita jadi Dokter. walaupun saat SMA tidak bisa masuk SMA favorit tapi dia termasuk orang yang cerdas dan supel. Bisa membawa diri di lingkungan manapun. Artinya orangnya pintar bersosialisasi, beda dengan kakaknya ini. :)

Ketika lulus SMA, segala tes dari yang Perguruan Tinggi Negeri atau swasta sudah dijabanin, tapi hasilnya masih nihil. Walau nggak bercerita detail, tapi bisa merasakan kekecewaannya.

Apakah dia menangis? Mungkin iya. Saya pikir dia akan menyerah, tapi ternyata saya menganggap remeh dia. Masih mengira dia anak kecil yang masih harus dijaga dan ditemani. Sedewasa apapun dia, dalam pandangan saya dia masih anak kecil :D (mungkin seperti itulah pandangan ortu ke kita ya?)

Sedih dan kecewa pasti ada, tapi dia bisa tetap santai. Ah...mungkin kalau saya yang di posisinya, kadang bisa desperate juga. Cuma bisa memberikan nasehat (kadang kita bisa menasehati ketimbang ngelakoni kan?) ;)

Cuma doa yang bisa disampaikan.

Ketika kemarin dia bikin status tentang kegagalan saya komentar: jangan lelah untuk bermimpi ya, walau kadang down krn melihat ada yg lebih/di atas, tp tetaplah yakin bahwa giliran km pasti datang. jangan berkecil hati ya...chayooo....

To my young sister, Be Brave, Enjoy your life, tapi harus tetap punya tujuan ya...
Read More ..

Kamis, Juli 01, 2010

Sesuatu yang berbeda dari Eclipse


Kemarin tepatnya tanggal 30 Juni, para penggemar novel ataupun film Twilight Saga pasti udah nggak sabar untuk nonton premier Eclipse. sayapun demikian. Walaupun, sejujurnya sih, udah nggak se-excited dulu ketika pertama kalinya Twilight divisualisasikan dalam film.

Entah karena faktor usia yang sekarang udah nggak abegeh (anak baruh gedeh :p...) lagi, atau karena dulu emang penasaran dengan tokoh-tokoh khayalan dalam Twilight yang akhirnya divisualkan dalam bentuk film.

Hitung-hitung refreshing setelah pulang kerja, hari Rabu 30 Juni itu, akhirnya kami (saya dan teman-teman) dapat tiket nonton premiere Eclipse di Plaza Senayan...Ihiiiiy..^.^


bayangkan aja, film pertamanya saya tonton sampai dua kali saking senangnya dengan si Edward alias Robert Pattinson yang ganteng itu :D
Lalu film keduanya New Moon, yang menurut saya biasa saja kecuali adegan si Jacob telanjang dada untuk pertama kalinya seliweran di layar bioskop, hehehee....

lalu yang ketiga, yang sekarang tayang di Bioskop yaitu Eclipse?

Sesuatu yang berbeda di Eclipse. Ada pesan-pesan yang bermakna di film ini. Kalau ngomongin kisah percintaan antara manusia, vampir dan manusia serigala sudah jelas lah...apalagi kalau pernah baca novelnya. Memang bukan kisah permusuhan vampir dan manusia serigala dengan bumbu percintaan.

Justru cinta yang jadi topik utama dengan bumbu dan latar kisah tentang perbedaan. Bukan sekedar perbedaan RAS tapi malah antara manusia dengan vampir.

Waktu baca review Eclipse di detik.com, si penulis pas sekali mereview film ini. Bukan dari segi bagaimana ceritanya, akting tokohnya atau penyutradaraannya. Tapi pada apa pesan yang ada dalam film ini. I agree 100% :)

Kata si Jessica dalam pidato kelulusannya: ini bukan saatnya memilih tapi saatnya melakukan kesalahn.

Mungkin sekilas, pasti konotasinya negatif ya? mungkin maksudnya adalah di usia saat mereka (para remaja) perlu untuk mencari jati diri, tentu tak selalu langsung benar. Kadang ada saatnya langkah yang dipilih itu salah, tapi kita belajar dari kesalahan itu, maka apapun nanti hasilnya. Itulah kita. Kalau kata Bella pada Edward. Pilihannya untuk menjadi vampir bukan sekedar demi Edward. Tapi itu adalah pilihan untuk dirinya sendiri.

Bisa jadi, ada pesan yang terselip di antara dialog para tokohnya. Seakan menyentil kehidupan remaja masa sekarang.

Apakah saya tersentil juga? wah, karena bukan remaja lagi tapi tetap ada lah sesuatu yang bisa didapat dari film Eclipse ini. Perut six pack Jacob atau senyum menawan misteriusnya Edward mungkin.....:D Just 4 Kidding




Read More ..

Kamis, Juni 24, 2010

Dedicated Song 4 Me ^^

Kadang lagu bisa mencerminkan hati seseorang, dilihat dari lirik-lirik lagunya. Saya percaya itu.

Lagu patah hati, bahagia atau apapun itu, ketika momennya pas ada dan sesuai dengan lirik lagu pasti jadi merasa "itu lagu mewakili perasaan deh" :D

Contohnya nih, kalau perasaan lagi sedih atau lagi mellow-mellow sendiri, terus (pinjem istilahnya Raditya Dika) sampai pengen garuk-garuk tanah (ops...jangan sampai cacingan, habis main tanah langsung cuci tangan, wkwkwk) pengen banget dengerin lagunya Astrid yang berjudul Tentang Rasa. Ini lagu gak bosen-bosen didengerin deh...



Dan.........

Lagu ini (mp3-nya) diberikan seseorang buat saya lewat email kemarin...katanya lirik mewakili perasaan dia buat saya...*Oooohhhhhh...*

Terimakasih ya.....(I Know Your Heart)....^^

tapi ternyata lagunya emang lumayan bagus kok!

Dari Five Minutes Judulnya Sumpah Mati...



Read More ..

Kamis, Juni 03, 2010

Terus Berjuang.......

Kemarin saya dapat notification di facebook....
ternyata adik paling kecil saya nge-tag notes di FB...

Waktu baca note-nya, hemm....ternyata hasil didikan saya berhasil, hehe...
Tapi kok sekarang gurunya kalah ya sama anak muridnya hihihi...karena jujur saja waktu baca tulisannya yang begitu terinspirasi. two thumbs up lah! Jadi berpikir, kenapa saya sendiri sekarang jadi "mandul" bikin tulisan ya...belum ada inspirasi atau ilham buat nulis.

Note FB adik saya itu hasil inspirasi dari perjuangannya saat ini demi meraih cita-citanya. Semoga perjuangannya untuk meraih cita-cita berhasil! ^__^
Good luck to you my sister!!!

Semoga ini bisa jadi inspirasi juga buat kita semua ya...

"Terus berjuang"


bilang ini cuma mimpi saja,
bilang ini cuma khayalan ku saja...
kenapa semua yg ku coba tuk ku raih,
tak pernah tersentuh sedikitpun?

apa yg salah?
aku tidak melupakan Tuhan,
aku selalu berusaha,
aku selalu berdoa,
aku tidak pernah berbuat jahat...

Lalu,
apa yg harus aku lakukan sekarang?
semua ini hanya membuatku patah...
aku ingin berhenti,
tapi aku tidak bisa,
karena aku harus terus,
terus memperjuangkan impianku,
walau airmata dan otak ini sudah tidak mampu tuk berusaha...


Read More ..

Senin, Mei 24, 2010

Film-film minggu ini

Wah...minggu ini banyak film-film blockbuster yang tayang di bioskop...
hhmmm, kebetulan minggu ini ada weekend panjang, jadi bisa dimanfaatkan untuk nonton di bioskop kan...so please enjoy it...

Mau nonton yang mana nih......

1. Robin Hood



Film ini dibintangi oleh Russel Crowe dan Cate Blanchett. Sudah tayang di bioskop.

2. Shrek Forever After



This is one of my favourite cartoon movies...:)

3. Prince of Persia: The Sands of Time



Dibintangi olehh Jake Gyllenhaal, diangkat dari video game terkenal dengan judul yang sama. Baru tayang tanggal 27 Mei nanti...pas momennya dengan libur panjang akhir pekan ini kan? :D

4. Daybreakers



5. Kites



Film ini dibintangi Hrithik Roshan (one of handsome man in Bollywood)

Nggak ada salahnya nonton film di luar genre Hollywood...:p

Read More ..

Kamis, Mei 06, 2010

Andaikan Saya Jadi Bu Sri Mulyani...


Andaikan saya jadi bu Sri Mulyani, saya akan menggunakan seluruh ilmu dan pengalaman yang saya miliki untuk kemajuan bangsa Indonesia ini. Tak peduli apa pun tanggapan orang lain, selama yang saya lakukan benar dan bukan untuk kepentingan pribadi, maka akan tetap saya lakukan.

Tetap tegar berdiri dan tersenyum di tengah cobaan yang menghadang, walaupun cercaan, hujatan atau makian datang dari bangsa yang saya cintai. Saya hanyalah manusia biasa yang tak sempurna, tapi saya akan selalu memberikan lebih daripada yang diminta. Tapi ketika hasil kerja keras yang saya lakukan tetap tidak dihargai oleh bangsa ini, lalu apa yang saya harus lakukan? Apakah saya harus menjadi pesakitan di negara yang saya cintai ini, menyia-nyiakan kemampuan saya hanya untuk memuaskan orang-orang serakah dan "haus" kekuasaan?

Ketika ada tawaran lain yang datang sebagai wujud apresiasi atau penghargaan atas apa yang saya lakukan di negara ini, apakah harus ditolak karena mengatasnamakan nasionalisme? Lalu dimanakah nasionalisme mereka yang mengaku terhormat tapi hanya menjadi penjarah di negerinya sendiri?


Ah...saya cuma berandai-andai kalau saya menjadi bu Ani. Secara pribadi saya sedih kalau menteri keuangan terbaik Asia tahun 2006 menurut Emerging Markets ini harus melepas jabatannya yang sudah 5 tahun ini diamanatkan pada beliau. Tak ada yang seperti beliau. Seseorang yang berani dalam mengambil keputusan dan tak gampang di"setir" oleh pihak manapun. Karena sifat itulah yang mungkin membuat beliau tidak disukai pihak tertentu.

Mungkin memang ada sedikit rasa subyektif dalam penilaian saya. Bagi saya beliau adalah seorang wanita cerdas dan tangguh. Tapi bukan berarti hal itu yang dominan dalam penilaian saya terhadap beliau. kinerja dan hasil kerjanya lah yang semakin membuat saya terkagum-kagum dengan beliau. Profesional dan memiliki integritas dalam pekerjaannya. Walaupun banyak yang menghujat dan mencaci beliau karena kasus Century, saya percaya pasti beliau sudah memiliki pertimbangan ketika memutuskan memberikan bailout pada bank Century tersebut. Yang jelas Indonesia tidak terpuruk di jurang krisis ekonomi, kalaupun ada cacat dalam pengambilan keputusan tersebut, toh tetap manusia biasa yang bisa salah dalam perhitungan.

Beliau lah yang membawa perubahan dalam kementrian yang dipimpinnya. Reformasi Birokrasi namanya. Hingga saat ini pun proses reformasi Birokrasi itu terus bergulir terutama di Ditjen Pajak. DJP emiliki moto PASTI yaitu Profesional, Inovasi, Team Work dan Integrity (Integritas) sebagai landasan dalam bekerja. Ketika masyarakat mulai mengapresiasi perubahan ini justru muncul batu sandungan bernama "gayus". Lalu secara menghebohkan bak infotainment para stasiun tv berita membuat berita yang memihak dan menggiring opini masyarakat ke arah yang negatif. Hasilnya? masyarakat jadi berpikir kalau semua pegawai pajak adalah koruptor. Menggeneralisir bahwa semuanya sama seperti gayus. Hahaha...lucu sekali (tertawa miris) kalau masih ada yang berpikiran picik seperti itu. Bagaimana kalau ada dokter yang malpraktik, apakah langsung membuat kesimpulan kalau semua dokter yang ada di Indonesia ini payah? Nggak kan? Sekali lagi bu Ani menjadi sorotan akibat kasus "Gayus".

menjadi manusia yang cerdas, profesional dan jujur mungkin sudah tidak memiliki tempat di negeri ini, negara ini cuma jadi "sapi perah" bagi pihak tertentu, cuma bisa NATO alias No Action Talk Only. Bu Sri Mulyani menjadi contoh setelah dulu Pak Habibie yang cerdas pun tak diberi apresiasi yang layak di sini. Sampai kapan kita jadi bangsa terpuruk dan tak bisa maju? Mungkin negara tetangga tertawa-tawa melihat kelakuan bangsa ini. kita bisa jadi bangsa yang besar tapi ketika kita cuma bisa berkubang dalam satu masalah, berdebat tanpa ada solusi itu cuma membuang waktu dan tenaga. Kesadaran dalam diri sendiri yang penting.

saya tak mengenal beliau, tapi sempat mendengarkan beliau berpidato ketika menyambut para calon CPNS hasil rekruitmen tahun 2008 di Depkeu pada Januari 2009 silam di Gedung Dhanapala Depkeu. Berkali-kali Beliau menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran para calon CPNS.Perasaan bangga seorang Ibu yang menjunjung tinggi integritas. Beliau yang mengatakan “Siapapun Anda, yang merasa ada di sini karena titipan, lebih baik anda keluar sekarang..!!!” lalu beliau yang menitipkan loyalitas, integritas, kompetensi dan dedikasi yang tanpa cacat di pundak masing-masing, dan pesannya untuk “beri lebih dari apa yang diminta” yang menjadi mottonya dalam bekerja.

Beliau lah wajah Srikandi. Tanpa beliau mungkin menjadi kehilangan yang besar bagi negeri ini tapi negeri ini perlu diberi sedikit "pelajaran" agar tersadar dan jangan sampai kita cuma tergantung pada pemimpinnya saja, semoga kelak akan ada pemimpin yang bisa membawa perubahan.

Sebagai tambahan nih, berikut ini adalah kutipan dari pidato yang beliau sampaikan pada saat memberikan Kuliah Umum di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa malam, 18 Mei 2010...

.........Dan di dalam bahwa dimana sistem politik tidak menghendaki lagi atau dalam hal ini tidak memungkinkan etika publik itu bisa dimnculkan, maka untuk orang seperti saya akan menjadi sangat tidak mungkin untuk eksis. Karena pada saat saya menerima tangungjawab untuk menjadi pejabat publik, saya sudah berjanji kepada diri saya sendiri, saya tidak ingin menjadi orang yang akan menghianati dengan berbuat corrupt. Saya tidak mengatakan itu gampang. Sangat painful. Sungguh painful sekali. Dan saya tidak mengatakan bahwa saya tidak pernah mengucurkan atau meneteskan airmata untuk menegakkan prinsip itu. Karena ironinya begitu besar. Sangat besar. Anda memegang kekuasaan begitu besar. Anda bisa, anda mampu, anda bahkan boleh, bahkan diharapkan untuk meng abuse nya oleh sekelompok yang sebetulnya menginginkan itu terjadi agar nyaman dan anda tidak mau............

.....Mungkin saya akan mengatakan bahwa pada bagian akhir kuliah saya ini atau cerita saya ini saya ingin menyampaikan kepada semua kawan-kawan disini. Saya bukan dari partai politik, saya bukan politisi, tapi tidak berarti saya tidak tahu politik. Selama lebih dari 5 tahun saya tahu persis bagaimana proses politik terjadi. Kita punya perasaan yang bergumul atau bergelora atau resah. Keresahan itu memuncak pada saat kita menghadapi realita jangan-jangan banyak orang yang ingin berbuat baik merasa frustasi. Atau mungkin saya akan less dramatic. Banyak orang-orang yang harus dipaksa untuk berkompromi dan sering kita menghibur diri dengan mengatakan kompromi ini perlu untuk kepentingan yang lebih besar. Sebetulnya cerita itu bukan cerita baru, karena saya tahu betul pergumulan para teknokrat jaman Pak Harto, untuk memutuskan stay atau out adalah pada dilema, apakah dengan stay saya bisa membuat kebijakan publik yang lebih baik sehingga menyelamatkan suatu kerusakan yang lebih besar. Atau anda out dan anda disitu akan punya kans untuk berbuat atau tidak, paling tidak resiko getting associated with menjadi less. Personal gain, public loss. If you are stay, dan itu yang saya rasakan 5 tahun, you suddenly feel that everybody is your enemy.............

.............. Sungguh berat, dan saya ditanya atau berkali-kali di banyak forum untuk ditanya, kenapa ibu pergi? Bagaimana reformasi, kan yang dikerjakan semua penting. Apakah ibu tidak melihat Indonesia sebagai tempat untuk pengabdian yang lebih penting dibandingkan bank dunia.
Seolah-olah sepertinya negara ini menjadi tanggungjawab Sri Mulyani. Dan saya keberatan. Dan saya ingin sampaikan di forum ini karena anda juga bertanggungjawab kalau bertama hal yang sama ke saya. Anda semua bertanggungjawab sama seperti saya. Mencintai republik ini dengan banyak sekali pengorbanan sampai saya harus menyampaikan kepada jajaran pajak, jajaran bea cukai, jajaran perbendaharaan, "Jangan pernah putus asa mencintai republik." Saya tahu, sungguh sulit mengurusnya pada masa-masa transisi yang sangat pelik.
Kecintaan itu paling tidak akan terus memelihara suara hati kita. Dan bahkan menjaga etika kita di dalam betindak dan berbuat serta membuat keputusan. Dan saya ingin membagi kepada teman-teman disini, karena terlalu banyak di media seolah-olah ditunjukkan yang terjadi dari aparat di kementrian keuangan yang sudah direformasi masih terjadi kasus seperti Gayus.

Saya ingin memberikan testimoni bahwa banyak sekali aparat yang betul-betul genuinly adalah orang-orang yang dedicated. Mereka yang cinta republik sama seperti anda. Mereka juga kritis, mereka punya nurani, mereka punya harga diri. Dia bekerja pada masing-masing unit, mungkin mereka tidak bersuara karena mereka adalah bagian dari birokrat yang tidak boleh bersuara banyak tapi harus bekerja.
Sebagian kecil adalah kelompok rakus, dan dengan kekuasaan sangat senang untuk meng abuse. Tapi saya katakan sebagian besar adalah orang-orang baik dan terhormat. Saya ingin tolong dibantu, berilah ruang untuk orang-orang ini untuk dikenali oleh anda juga dan oleh masyarakat. Sehingga landscape negara ini tidak hanya didominasi oleh cerita, oleh tokoh, apalagi dipublikasi dengan seolah-oalh menggambarkan bahwa seluruh sistem ini adalah buruk dan runtuh. Selama seminggu ini saya terus melakukan pertemuan dan sekaligus perpisahan dengan jajaran di kementrian keuangan dan saya bisa memberikan, sekali lagi, testimoni bahwa perasaan mereka untuk membuktikan bahwa reform bisa jalan ada disana. Bantu mereka untuk tetap menjaga api itu. Dan jangan kemudian anda disini bicara dengan saya, ya bisa diselamatkan kalau sri mulyani tetap menjadi Menteri keuangan. Saya rasa tidak juga.

.........Dan untuk itu, saya hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari anda mengatakan apakah Sri mulyani kalah, apakah sri mulyani lari? Dan saya yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Banyak yang menganggap itu adalah suatu loss atau kehilangan. Diantara anda semua yang ada disini, saya ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil. Kemenangan dan keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak disini. (applause)
Saya merasa berhasil dan saya merasa menang karena definisi saya adalah tiga. Selama saya tidak menghianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka disitu saya menang. Terimakasih.............


Jika disimak baik-baik potongan pidato beliau di atas, tentu siapa yang tak meragukan kapabilitasnya sebagai seorang pejabat publik sekaligus seorang individu yang cerdas, berpendirian kuat dan tegas.

Itulah alasan mengapa pada perpisahannya 20 Mei 2010 ini ada 1000 mawar untuk Sri Mulyani. Ada kecintaan dan rasa hormat pada sosok beliau dari para bawahannya. Tapi berkali-kali beliau juga berpesan agar tetap menjalankan tugas, bekerja dan melanjutkan reformasi birokrasi walaupun tanpa beliau. Memang seharusnya seperti itu. Beliau meletakkan pondasi yang kokoh dan selayaknya untuk terus dipelihara dan dibangun.

Semoga sukses di kancah Internasional bu...tetaplah berikan yang terbaik bagi negeri yang kita cintai ini dimanapun anda berada....:)


Read More ..