RSS Feed

  • Twitter
  • Digg
  • Stumble
Tampilkan postingan dengan label Live or Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Live or Life. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 23, 2010

Blank...Blink...

Perih ini terasa dalam diam
Terombang-ambing dalam kegelisahan
Menapak di dua sisi yang berseberangan
Tak tahu kemana arahnya

Pikiran ini terbelah
Pilihan itu ada tapi tak terambil
Masih nyaman di sudut ini
Menatap gamang rasa itu
Lalu perih itu muncul
Bersamaan dengan bahagia yang nyata

Ah...
Kamu seperti racun
Seperti morfin yang disuntik ke tubuhku
Melayangkan pikiranku ke awang-awang
Tak tersentuh kegelisahan
Lalu terbangun dan semua terasa semu

Diriku terbagi
Andai keberanian itu ada
Menapaki waktu dengan kepastian

Tapi hingga detik ini
Semua masih sama
Tanpa satu sentipun bergerak
Seperti atmosfer tanpa udara
Seperti jarum jam yang berhenti berputar

Tapi selama ada kamu, aku ada... Read More ..

Sabtu, Oktober 30, 2010

Bencana, peringatan atau hukuman?

Bencana datang seperti air yang terus mengalir di bumi pertiwi. Seolah-olah tidak ada hentinya. Mungkin banyak yang terusik hatinya dan berpikir, ada apa dengan Indonesia enam tahun terakhir ini? Kenapa bencana terus datang seperti tongket estafet? Bermula dari gempa dan tsunami dahsyat di Aceh tahun 2004, lalu gempa dan tsunami lainnya di Pangandaran dan di Mentawai baru-baru ini. Banjir, tanah longsor di berbagai tempat. Lalu Gunung yang memuntahkan awan panas dan lahar di Merapi. Duh...Indonesiaku.

Tapi...apakah ini memang cuma kebetulan belaka? atau ada sesuatu yang harus dipahami manusia? ( Jadi Serius nih...)


Baiklah....*sambil menggosok tangan, ambil tampang sok serius*
Seandainya kita bisa flashback lagi ke belakang, banyak peristiwa yang terjadi di Indonesia ini.
Sejak jaman reformasi, ternyata situasi Indonesia masih belum stabil.
Situasi perekonomian yang secara makro (katanya) stabil, nyatanya secara mikro masih belum stabil. Nyatanya harga sembako masih naik pelan-pelan tapi pasti seperti kura-kura. (Hasil investigasi sendiri di pasar :D ) Toh, rakyat masih sengsara. Tak perlu cuap-cuap kalau pertumbuhan ekonomi kita baik. Kita juga masih tergantung dengan situasi perekonomian global. Kapan kita bisa berdiri sendiri, seperti China?

Nah, belum lagi situasi di bidang Politik, Hukum, Keamanan. Wah, tambah panjang saja daftarnya. Korupsi, mafia hukum, Kerusuhan multi dimensi (SARA), hubungan dengan si tetangga yang memanas gara-gara masalah perbatasan, pembalakan liar,...bla..bla....bla...(isi sendiri deh)

Kenapa Indonesia jadi kacau begini? Elit atas sibuk dengan kepentingan kelompoknya masing-masing, yang katanya wakil rakyat justru hanya jadi wakil kelompoknya saja. Rakyat pun sibuk bergulat untuk sekedar mempertahankan hidup, tanpa tahu apakah kualitasnya bisa meningkat atau hanya sekedar bisa hidup.

Indonesia (katanya) kaya, tapi kok masih seperti ini ya?

Apa perlu diberikan bencana dulu supaya sadar?

Bencana alam datang karena memang sudah takdir Tuhan atau akibat ulah manusianya sendiri. Kita hidup dengan pemberian dari alam, sudah sepantasnya kita mengembalikan apa yang sudah diberikan alam. Jangan sampai alam murka.
Banjir bisa terjadi karena keserakahan manusia mengambil hutan tanpa merasa perlu untuk menanam kembali.

Ah...terlalu lelah untuk mengeluh.

Hidup memang perjuangan, tapi jangan sampai keserakahan manusia membuat hidup menjadi sesuatu yang kosong. Kalau mau menuruti keinginan manusia, maka itu tak ada habisnya. Tak akan terpuaskan. Melongok saja pada bapak ibu berpakaian bagus di Gedung miring Senayan. Betapa hati nurani (sebagian) mereka (hampir) tertutup. Jangan membuat kualitas kita sebagai manusia menurun karena keserakahan. Jangan.

Semoga peringatan dari yang DiAtas dapat jadi pelajaran pada kita.

Bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam, semoga tetap tegar dalam menghadapi musibah. Dan kita terketuk pintu hatinya untuk berempati. Pray for My Lovely Indonesia :)

Rekening Penggalangan Dana Bantuan :

Palang Merah Indonesia
BCA KCU Thamrin
No. Rek: 206.300668.8,
atas nama Kantor Pusat PMI.

Bank Mandiri KCU Jakarta Krakatau Steel
No. Rek: 070-00-0011601-7,
atas nama Palang Merah Indonesia.

PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat) untuk gempa Padang
- BCA Soepomo No. 600.034.7777
- Bank Mandiri Ps. Minggu No. 126.000.1005. 114

tvOne Satu Untuk Negeri
Bank Mandiri cab Jkt Pulo Gadung
No Rekening : 125-000-7926-793
Bank BRI Cab Rawamangun
No Rekening : 0386-01-000-111-304
Bank BNI 46 Cab Rawamangun
No Rekening : 3009-2009-5

Dompet MetroTV
Bank BCA KCU Puri Indah
No. Rekening : 288 3333 888
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA
Bank Mandiri Cabang Jakarta Kebun Jeruk
No.Rekening : 117 0000 778894
a.n PT MEDIA TELEVISI INDONESIA

TPI Peduli
BCA KCU Wisma ‘46 cab. Sudirman – Jakpus
Nomor Rekening : 319.3028990
a/n PT. Cipta TPI (Dompet Peduli)
BNI cab. Jakarta Pusat
Nomor Rekening : 201.96985
a/n Cipta TPI PT / Dompet Peduli
BRI cab. Gedung BRI II
Nomor Rekening : 020601.000592304
a/n TPI Program Peduli, PT

RCTI Peduli
BCA KCP Pasar Minggu
Nomor Rekening : 128 300 7000
BNI Kebon Jeruk
Nomor Rekening : 8000 8000 98
Bank Mandiri Cab Mid Plaza
122 000 7200 200

antv Peduli
Bank Mandiri cab. Casablanca
Nomor Rekening : 124.0096.010906
BRI Syariah cab. Mampang
Nomor Rekening : 701.3117.3117.6
BCA cab.Sudirman
Nomor Rekening : 0353 13 0606
BNI cab. Tanjung Priok
Nomor Rekening : 7070.888 88.7
BRI cab. Gatot Subroto
Nomor Rekening : 0359.01.000500.30.2



Read More ..

Sabtu, September 25, 2010

tantangan

Dalam hidup kita tidak bisa memandang sesuatu dari satu sudut saja, tapi dari dua sudut juga. Kalau cuma satu sudut maka kita terlihat egois di mata orang. Tapi kadang hal itu terjadi kan.

Sama saja seperti orang lain melihat kita, dari satu sisi mereka melihat kita beruntung dan sebagainya. Tapi mereka bukanlah kita, yang lebih tahu tentang diri kita adalah kita sendiri dibandingkan orang lain kan... Hey..hey..kemana arah pembicaraan ini?



Banyak yang bilang saya beruntung. Di lihat dari sisi pekerjaan saya sekarang. buat ukuran masyarakat, alhamdulilah ini adalah anugerah buat saya (dalam hal pekerjaan). Kadang saya mau sombong, tapi saya tetap berusaha rendah hati juga. (Tapi...kadang pengen sombong juga sama orang-orang tertentu, hehe..piss..)

Tapi mereka tidak melihat dari sisi lain kan? Ada hal yang saya kurang beruntung juga. (Jangan tanya apa itu).
Sama seperti saya yang melihat ada orang lain yang lebih beruntung. Mungkin keadaan ini istilahnya: Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, hehe..

Kalau lagi ketemu teman lama, cerita ngalor-ngidul, bla-bla-bla..da-di-du..
sampai pada titik poin tertentu, "ah, kamu beruntung" kata teman saya. Saya cuma tersenyum. "sampai sekarang aku masih begini-begini aja" kata teman saya. Saya lagi-lagi tersenyum.
Dia melihat saya dari satu sisi. Dia tidak sadar kalau dia punya sesuatu yang saya tidak punya. Di sisi lain.
"Ah, kamu nggak sadar kamu juga bikin aku iri sekarang" kata hati saya.

Manusia seperti itu ya. Jarang yang bisa mengenali kelebihannya daripada kekurangannya. Atau hal yang dimiliki dibandingkan yang tidak dimiliki.

Coba deh, kalau ada permainan yang berhubungan dengan psikologi test, Tulis apa kelebihan dan kelemahanmu! Pasti kita langsung bisa menulis kekurangan kita sampai berlembar-lembar. (Lebay) Tapi saat menulis kelebihan kita, harus mikir-mikir dulu seperti dapat soal ujian. (Ini berdasarkan pengalaman pribadi, :D Maaf kalau beda )

Tapi dari situ saya sadar untuk bisa menggali potensi saya kan.

Sooo...this is a challenge to make a different. To know how lucky you are. Rumput tetangga memang lebih hijau..mungkiiiin...Tapi bikin rumput kita jadi lebih hijau lagi dong :D

Saya pun harus siap. Siap dengan tantangan hidup. Fight for this <3



Read More ..

Kamis, Agustus 19, 2010

Ketika berjuang tidak ada kata berhenti

Hidup ini katanya penuh perjuangan...
Besar atau kecil perjuangannya memang tergantung, tidak ada yang punya ukuran pasti. Semua serba subjektif, pakai kata "menurutku" atau "menurut kamu".

Alhamdulillah kalau perjuangan yang kita lakukan bisa langsung terlihat hasilnya. Tapi kalau tidak? Apakah putus asa atau malah terus berjuang? Walau mungkin ada kata lelah terselip dalam perjuangan itu...

Di posting saya bulan lalu, ada sebuah puisi atau mungkin catatan (karena ditulis di Facebook)

Puisi itu dibuat adik saya yang baru lulus SMA. Dari dulu dia suka menulis (hampir mirip saya. Narsis mode:on). Tapi baru kali itu saya tersentuh dengan tulisannya. Bahkan beberapa kali status di FB nya menunjukkan perasaannya tentang perjuangannya itu

Dari dulu dia punya cita-cita jadi Dokter. walaupun saat SMA tidak bisa masuk SMA favorit tapi dia termasuk orang yang cerdas dan supel. Bisa membawa diri di lingkungan manapun. Artinya orangnya pintar bersosialisasi, beda dengan kakaknya ini. :)

Ketika lulus SMA, segala tes dari yang Perguruan Tinggi Negeri atau swasta sudah dijabanin, tapi hasilnya masih nihil. Walau nggak bercerita detail, tapi bisa merasakan kekecewaannya.

Apakah dia menangis? Mungkin iya. Saya pikir dia akan menyerah, tapi ternyata saya menganggap remeh dia. Masih mengira dia anak kecil yang masih harus dijaga dan ditemani. Sedewasa apapun dia, dalam pandangan saya dia masih anak kecil :D (mungkin seperti itulah pandangan ortu ke kita ya?)

Sedih dan kecewa pasti ada, tapi dia bisa tetap santai. Ah...mungkin kalau saya yang di posisinya, kadang bisa desperate juga. Cuma bisa memberikan nasehat (kadang kita bisa menasehati ketimbang ngelakoni kan?) ;)

Cuma doa yang bisa disampaikan.

Ketika kemarin dia bikin status tentang kegagalan saya komentar: jangan lelah untuk bermimpi ya, walau kadang down krn melihat ada yg lebih/di atas, tp tetaplah yakin bahwa giliran km pasti datang. jangan berkecil hati ya...chayooo....

To my young sister, Be Brave, Enjoy your life, tapi harus tetap punya tujuan ya...
Read More ..

Kamis, Juni 03, 2010

Terus Berjuang.......

Kemarin saya dapat notification di facebook....
ternyata adik paling kecil saya nge-tag notes di FB...

Waktu baca note-nya, hemm....ternyata hasil didikan saya berhasil, hehe...
Tapi kok sekarang gurunya kalah ya sama anak muridnya hihihi...karena jujur saja waktu baca tulisannya yang begitu terinspirasi. two thumbs up lah! Jadi berpikir, kenapa saya sendiri sekarang jadi "mandul" bikin tulisan ya...belum ada inspirasi atau ilham buat nulis.

Note FB adik saya itu hasil inspirasi dari perjuangannya saat ini demi meraih cita-citanya. Semoga perjuangannya untuk meraih cita-cita berhasil! ^__^
Good luck to you my sister!!!

Semoga ini bisa jadi inspirasi juga buat kita semua ya...

"Terus berjuang"


bilang ini cuma mimpi saja,
bilang ini cuma khayalan ku saja...
kenapa semua yg ku coba tuk ku raih,
tak pernah tersentuh sedikitpun?

apa yg salah?
aku tidak melupakan Tuhan,
aku selalu berusaha,
aku selalu berdoa,
aku tidak pernah berbuat jahat...

Lalu,
apa yg harus aku lakukan sekarang?
semua ini hanya membuatku patah...
aku ingin berhenti,
tapi aku tidak bisa,
karena aku harus terus,
terus memperjuangkan impianku,
walau airmata dan otak ini sudah tidak mampu tuk berusaha...


Read More ..

Minggu, Maret 07, 2010

pasar..pasar....


Lihat artikel di Kolom Kita punya detik.com yang judulnya ke Pasar Yuk jadi inget kemarin aku juga pasar. hehe...trus apa hubungannya??

Hubungannya adalah.....cuma pengen cerita aja sih, hhihihi....

Yang jelas, waktu baca artikel itu, aku juga merasakan hal yang serupa. Selama ini jarang banget mau ke pasar. Dari jaman masih kecil sampai udah gede seperti sekarang, males aja mau diajak ke pasar. Alasannya cuma satu sih, pasar itu pasti kotor, jorok, bau, dan becek...dulu pernah dipaksa nemenin mama ke pasar. waktu melewati lapak yang isinya ikan, wahh...perut langsung mual-mual deh. habis itu kapok diajak ke pasar. dan akhirnya bikin deal dengan mama. Urusan masak di dapur aku mau banget bantuin tapi urusan beli bahan memasak di pasar, itu urusannya mama atau si bibi yang bantu-bantu di rumah, hihihi....

Waktu kuliah juga jarang banget ke pasar. kalau ke pasar paling cuma beli sayur dan buah. Dulu mikirnya mending beli makanan aja deh daripada masak. Apalagi untuk ukuran di Jogja yang harga makanannya masih murah meriah....( whoaaa...jadi mupeng pengen tinggal di sana lagi...)


Tapi sekarang, living in the mother of city (hihihi...julukan buatan sendiri) jakarta, bikin kantong bolong. makanan lumayan mahal. Lumayan kan bisa berhemat dengan masak sendiri tiap weekend. Apalagi sekarang harus berhemat nih. Gara-gara 2 minggu kemarin udah gila-gilaan belanja alias jadi shopaholic. Minggu ini di rem dulu ah hasrat belanja dan jalan-jalannya. (hayooo..ingat nabung...nabung..)

Jadilah kemarin berbelanja di pasar tradisonal dekat kost. Wah biaya belanja sayur dan ikannya seharga dengan satu porsi makanan kalau beli di luar, hehe...lumayan kan apalagi belanjaannya bisa buat makan 2 hari...hhmmm...

dan..hey, ternyata nggak semua pasar kotor dan bau kok. Walau masih agak berantakan lapak-lapaknya, tapi masih bisa dibilang lumayan lah. dan, kalau di awal-awal ke pasara pasti pusing karena ramai dan penuhnya pasar, sekarang sudah mulai terbiasa lah. dan belajar tawar menawar lah...apalagi kan sebagai seorang gadis (tssaahh...) yang pasti akan berperan sebagai ibu rumah tangga....(duilee...) Jadi harus belajar buat jadi ibu-ibu yang ke pasar, lalu memasak sendiri hihihi...

Dulu, lebih suka belanja di swalayan dan supermarket karena lebih nyaman. Tapi ternyata ada juga pasar tradisonal yang dibuat lebih modern dan nyaman. Mudah-mudahan semua pasar tradisional bisa seperti itu ya....agar para pedagang-pedagang di pasar tradisional nggak lenyap karena serbuan swalayan atau supermarket dengan merk luar negeri. kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa membantu mereka. Makanya ayo kita tetap berbelanja di pasar ya....

Apalagi sekarang lagi pengen menerapkan weekend murah meriah paling nggak 2 kali dalam sebulan. kayak apa sih?
Simpel aja sih, kalau liburan weekeng gini, jangan jalan-jalan atau keluar. cukup di kost aja, masak sendiri terus ngisi waktu dengan baca novel atau nonton dvd. This is it! Liburan murah ala Farah Quinn eh salah, ala wiwi...hahaha....

Okaylah, perut mulai keroncongan. Sekarang mau masak nasi goreng dulu yaaa.....


Nb. gambar diambil dari artikel yg disebut diatas.
Read More ..

Rabu, Maret 03, 2010

perjalanan


hidup itu sebuah pilihan

hidup ibarat sebuah perjalanan

sounds familiar?

yup, kita pasti sering mendengar kata-kata itu, entah di buku, film atau di televisi.

Bosan. mungkin itu yang terlintas.
Tapi pernahkah kita berpikir bahwa, ada di suatu waktu, saat kita merenung lagi (atau melamun :D ), maka kita meresapi kata-kata itu.

Hidup itu pilihan, tentang bagaimana pilihan itu akan menentukan perjalanan hidup kita ke depan. Tujuan perjalanan itu juga suatu pilihan. Kita juga memilih bagaimana cara kita menjalani hidup ini.


Haduh, kacau ya bahasaku?

Hmm....mungkin bisa diibaratkan hidup adalah sebuah mobil, tentu kita punya tujuan waktu naik mobil. Jalan yang kita lalui waktu naik mobil bisa diibaratkan waktu yang berjalan. Sebelum menjalankan mobil, kita butuh oli, bensin, serta mesindan ban mobil yang dalam kondisi baik, agar perjalanan kita lancar sampai tujuan.


Kadang jalan yang kita lalui adalah jalan tol yang mulus, kadang juga jalan berbatu dan penuh kerikil tajam sehingga kita perlu hati-hati berjalan. Ibaratkan itu adalah suatu ujian hidup.

Kita senang saat berkendara di jalan tol yang mulus dan lurus. dan tidak suka ketika berjalan di atas jalan berbatu.

Tapi tahukah kamu bahwa kita tetap harus waspada terhadap jalan yang mulus dan lurus? kita terlena dan tak menyadari bahwa kecepatan kita bertambah, dan kita terkantuk-kantuk saking mulusnya perjalanan kita. Tanpa kita sadari mungkin kita hampir menabrak mobil lain di depan kita.
Bandingkan kalau kita berkendara di jalan yang kasar dan berbatu, kita selalu waspada dan hati-hati. Pelan namun pasti, walau kadang menggerutu dan mengumpat, tapi kita selalu bersabar hingga kita sampai di tujuan dengan perasaan bahagia.

Ibaratnya kita hidup yang mulus dan lurus. bisa jadi itu adalah cobaan yang sedang kita alami. tentang bagaimana kita menghadapi segala rejeki dan kebahagiaan yang berlimpah. Akankah kita menjadi terlena dan lupa?

Kalau kita diuji dengan hidup yang seperti jalan kasar dan berbatu, benarkah itu adalah suatu cobaan? kita diuji untuk terus mengingatNya dan menghadapi segalanya dengan sabar dan tawakal. dan percaya bahwa keajaiban itu akan datang. karena Allah menyayangi kita. Karena Allah takkan memberikan cobaan yang tak bisa dihadapi oleh kita, manusia....

Just be brave....
for life....
Read More ..

Jumat, Mei 08, 2009

Memories of class F DTSD II Pajak nih!

Yup...diklat DTSD II PAJAK sudah lama berakhir...sekitar satu bulan yang lalu...tapi sudah banyak pengalaman yang di dapet di situ..seperti kisah harus bangun pagi2 ngalahin ayam supaya nggak telat datang demi MFD (alias pelajaran baris berbaris) jam 7 pagi pas!...Hadap kanan grak!!! Balik kanan grak!!! Tapi tetap hanya satu kata2 favorit dari instrukturnya (thanks to pak Nyoman...hehe) yang paling sering diucapkan, yaitu...jalan di tempat grakk!!!

Enaknya ngapain ya habis bertempur mengerjakan soal-soal ujian pajak yang...edan, gila sumpah bikin pusing...(thanks to pembuat soal)...??? Ya foto-fotolah...di benteng Vredenberg Malioboro Jogja...Capek sih..tapi asyik juga bernarsis ria di sana, tapi nggak bebas coz malu diliatin banyak orang...*blushing*....hhmmm...suatu hari aku harus balik kesana buat foto2 lebih banyak sendiri..huehehe...*senyum licik*...

Keliatannya klasik yah??? tapi orang2nya modern donk!...kan kantornya ajah udah modern...*sombong nih*

Ah...kelas F yang jaya sentosa...semoga kita bisa tetap menjalin komunikasi dimanapun nanti kita berada (di seluruh Indonesia)...
Btw, katanya sih seluruh Indonesia tapi...tetep aja Jawa is the best!!! haha...
Ingat surat pernyataan : Bersedia di tempatkan di seluruh Indonesia??? Harusnya ditambahkan kata2 lagi dibelakangnya yaitu : "asalkan di pulau Jawa"...atau...."Jawa Indonesia" xixixi....

DJP PASTI!!!

Pasti Gajinya...
Pasti TKPNnya..
Pasti Rapelannya...*loh? loh?*

Mana bagian Profesional, Integritas, Inovasi dan Team Work nya???...*geleng-geleng kepala*
Posted by Picasa
Read More ..

Kamis, Desember 04, 2008

Alhamdulilah...

Tanganku gemetaran waktu mengetik di qwerty laptop. Badanku panas dingin saat internet connection modemku lambat banget waktu membuka website. Rasanya sudah nggak sabar lagi. Tangan jadi berkeringat. Ugh..halaman website-nya lama banget terbuka…

Voila! Akhirnya halaman website-nya terbuka. Tanganku makin gemetar waktu aku nge-klik hasil akhir penerimaan CPNS DepKeu itu. Ketika aku scroll down halaman demi halaman nama-nama yang lulus. aku semakin deg-degan. Jantungku rasanya ada di tenggorokan (hiperbolis bgt). Aku udah hampir nangis pasrah ketika nggak lihat namaku. Dan ketika sampai di halaman terakhir…NAMAKU ADA!

Ya Tuhan…aku sampai menahan nangis terharu. Yang pertama aku sms adalah ortuku. Lalu temen-temen yang senasib-sepenanggungan sama aku,hehe…
Nggak menyangka kalau yang awalnya cuma coba-coba malah jadi “destiny”. tapi sekarang bakal ngejalanin serius kok.Mungkin ini takdirku…Dulu cita-citaku pengen kerja di Bank atau jadi akuntan (makanya sekarang kuliah profesi di UGM). Ternyata jalanNya seperti ini.

Terimakasih Tuhan…mungkin aku bukan hamba yang selalu taat,kadang melenceng sedikit (sedikit kok..) tapi aku akan berusaha selalu di jalanMu. Ini adalah rejeki sekaligus ujian (ceileh…). Mudah-mudahan aku bisa menjalaninya dengan baik. (Berikan kekuatan untuk itu…)
Terimakasih buat doa dari orang-orang yang menyayangiku dan care sama aku. Buat yang udah “nodong” minta ditraktir padahal pengumumannya belum keluar, brarti udah mendoakan juga dong ya,hehe…gong shi..thank you..arigato…matur nuwun..(apapun bahasanya…tetap terimakasih artinya ;D )

First thing I should do…hhmmm…nanya ke kampus dulu, coz aku harus resign dari kuliah. (Hiks..padahal udah 3 bulan ngerasain kuliah di UGM ini). FYI, dulu ngidam bgt pengen ngerasain kuliah di sini. Sekarang malah keluar…tapi nggak mungkin aku bisa ngejalanin keduanya sekaligus. Harus ada satu pilihan.
Everything has the consequencies…tiap sesuatu yang kamu pilih selalu ada efeknya (positif or negative) but always think the positive one. (pelajaran moral kalau km baca blog ini,hehe..sok tau…)
So welcome in the new episode of the life…
Read More ..

Rabu, Juli 16, 2008

keinginan...


Melarikan diri…..

Ingin sekali rasanya melarikan diri…dari segala keruwetan.
Isi kepala rasanya seperti jalan yang sedang macet. Mampet dan tidak ada celah sama sekali untuk bisa keluar.
Berbagai pikiran berseliweran. Ingin cepat-cepat menyelesaikan berbagai rencana yang ada dan waktu seolah sudah tidak bersahabat lagi. Keinginan untuk menyelesaikan berbagai rencana itu rasanya seperti diburu oleh rentenir karena utang yang belum dibayar.
Dan waktu benar-benar bikin dag-dig-dug. Kadang rasanya berjalan lambat kadang malah berlari cepat seperti kecepatan cahaya. Hiperbolis kan?
Pikiran sudah ruwet ditambah suasana hati yang tak menentu seperti cuaca yang susah diprediksi. Kadang hujan,tiba-tiba cerah lalu mendung lagi.
Ah…ingin sekali rasanya melarikan diri. Bebas tanpa ada pikiran yang menumpuk untuk merefresh lagi pikiran, jiwa dan tubuh. Kebosanan ini sudah keterlaluan.
Tapi bagaimana mau melarikan diri kalau segala macam permasalahan belum dituntaskan?
Mau melarikan diri saja masih harus memikirkan urusan-urusan lain. Harusnya kalau mau melarikan diri ya dilakukan saja. Tapi tetap saja tidak bisa begitu. Karena yang akan terjadi malah menambah beban pikiran yang hampir overload.
Padahal hati ini sudah benar-benar rindu pulang (baca:melarikan diri dari rutinitas). Pulang ke rumah yang benar-benar rumah. Tempat bisa mencurahkan segala isi hati dan pikiran sembari jalan-jalan di tempat yang masih asri itu. Apalagi kalau bukan keluarga dan kampong halaman. Kalau mendengar lagu Chris Daughtry berjudul I’m going home bisa membuat saya jadi merindukan rumah. Ahh….
Sayang kalau sekarang harus tertunda lebih lama lagi. Sedih juga sih karena mereka sangat mengharapkan saya bisa pulang. Tapi apa dikata, nasi sudah jadi bubur.
Sekarang mau tidak mau harus dijalani. Jangan mengeluh.
Melarikan dirinya nanti saja deh….
Sekarang Cuma dalam pikiran saja dulu….
Read More ..

Jumat, Juli 11, 2008

ketika semua tak sama lagi...

Ketika semua menjadi tidak sama lagi...
menjadi tidak sesuai dengan keinginan kita...
Apa yang bisa kita lakukan?
Menggugat Yang Diatas?

Semua mungkin akan ada hikmahnya. Saya berusaha menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Hidup ini sebuah pilihan dan dibalik setiap peristiwa menyimpan hikmah yang bisa dipetik dan menjadi pelajaran dalam hidup. Seperti kata penulis novel favorit saya yang berkata, "tidak ada kebetulan di dunia ini. Semua sudah digariskan oleh Sang Pencipta, bahkan tetesan embun yang jatuh dari dedaunan sudah digariskan oleh Nya." Kira-kira seperti itu katanya.

Sebelum merasakan bahagia mungkin harus dibayar dengan rasa sakit atau kesusahan sebelumnya...mungkin kita tidak akan merasakan dan menghargai bahagia jika tidak merasakan sakitnya terlebih dahulu...

Kalau memang sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita. Ada kegagalan, rasa sakit, kesulitan, apapun itu..hadapilah dan berusaha jujur pada diri sendiri...

Believe it...that something happen for the reason...jangan menggugat...hadapi, jalanilah dan percaya bahwa akan ada jawabannya seiring dengan waktu...
Saya juga berusaha untuk melakukan itu. Why not...daripada harus berkubang dalam rasa kecewa karena kegagalan dan keinginan yang belum tercapai. mungkin bukan sekarang tapi nanti....just be patient...dan satu lagi...ikhlas... Read More ..